ETS EKOLOGI, PIETER LAURENSIUS L.R ( 20323051 ) C2.23
KARYA TULIS ILMIAH
HASIL KUNJUNGAN INDUSTRI
“MANFAAT DARI MENGKONSUMSI TEMPE”
Disusun untuk memenuhi
tugas ETS
Mata
Kuliah: EKOLOGI INDUSTRI
Dosen
Pengampu:
Abdul Rojak. SE, MM
Penyusun :
PIETER LAURENSIUS L.R
20323051
(C2.23)
PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI
UNIVERSITAS TEKNOLOGI DIGITAL
BANDUNG
2024
.
.
.
.
.
.
KATA PENGANTAR
puji dan syukur saya sampaikan atas kehadirat Tuhan Yang
Maha Esa, yang telah melimpahkan nikmat, berkah, rahmat, petunjuk,
Rezeki,keshatan dan kemudahan sehingga laporan yang saya buat ini dapat
diselesaikan dengan baik dan lancar.
Tidak lupa juga saya mengucapkan terima kasih, kepada
Bapak Abdul Rojak S.E, MM selaku dosen pengampu mata kuliah EKOLOGI INDUSTRI
,serta pihak-pihak dan rekan -rekan yang
saya hormati , tidak dapat saya sebut satu persatu yang telah memberi
saya arahan dan bimbingan dalam penyelesaian
tugas laporan ini. Sehingga laporan kunjungan industri saya dengan tema “DAMPAK DAN PENGELOLAAN PEMBUANGAN LIMBAH CAIR
INDUSTRI DARI TAHU/TEMPE TERHADAP LINGKUNGAN SEKITAR DI KOPTI BANDUNG”
Laporan ini untuk
memenuhi Evaluasi Akhir Semester Genap, dapat diselesaikan tepat waktu dan
lancar.
Saya selaku
Penulis sangat menyadari, bahwa laporan ini mungkin jauh dari kata sempurna, Maka
dari pada itu saya selaku penulis mengharapkan masukan kritik, serta saran dari berbagai pihak supaya untuk
kedepannya saya sebagai penulis juga dapat menjadi lebih baik lagi dan lebih
teliti atau lebih benar dalam hal pembuatan laporan jikalau ada yg harus
diperbaiki.
BANDUNG 19 APRIL 2024
Penulis
DAFTAR ISI
LEMBAR
JUDUL....................................................................................................................1
KATA PENGANTAR...............................................................................................................2
DAFTAR
ISI.............................................................................................................................3
BAB I
PENDAHULUAN.....................................................................................................................4
1.1
Latar
Belakang..............................................................................................................4
1.2
Rumusan
Masalah.........................................................................................................4
1.3
Tujuan
Penelitian...........................................................................................................4
BAB II
PEMBAHASAN......................................................................................................................5
2.1 Tinjauan
Ilmiah.................................................................................................................5
2.2 Hasil Penelitian.................................................................................................................6
2.2.1 Kandungan Dari
Tempe....................................................................................................6
2.2.2 Proses Pembuatan
Tempe.................................................................................................6
2.2.3 Dampak Terlalu
Banyak Mengkonsumsi Tempe..............................................................7
2.2.4 Solusi Dampak
Terlalu Banyak Mengkonsumsi Tempe...................................................8
BAB III
PENUTUP................................................................................................................................9
3.1
Kesimpulan...............................................................................................................................9
3.2
Saran....................................................................................................................................9
TAUTAN LAPORAN
BLOG..................................................................................................9
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Tempe merupakan salah
satu makanan tradisional yang berasal dari Indonesia yang dapat di buat dengan
proses fermentasi. Bahan baku yang digunakan untuk pembuatan Tempe dan Tahu
adalah kacang kedelai. Meskipun tempe dan tahu makanan tradisional asli dari
Indonesia, tetapi peminat dari Tempe sudah sampai ke berbagai Negara. Hal ini
di sebabkan karna di dalam kandungan tempe dan tahu memiliki nutrisi yang baik
bagi tubuh. Nutrisi yang terkandung adalah Protein Nabati, Karbohidrat, Vitamin
B, dan Serat.
Protein yang tinggi
pada Tempe dapat memenuhi kebutuhan Protein dalam sehari. Hal ini dapat dari
kebutuhan rata-rata protein untuk orang dewasa adalah 63 g, sedangkan 100 g
Tempe terdapa protein sebanyal 18,3 g. Selain itu protein Temp lebih mudah di
serap oleh tubuh karena protein dalam kedelai telah melewati proses fermentasi
sehingga memiliki bentuk yang lebih sederhana yang mudah di serap oleh tubuh.
1.2
Rumusan
Masalah
Berdasarkan
latar belakang dan uraian di atas, maka pokok permasalahan adalah apa dampak
dari terlalu banyak mengkonsumsi Tempe.
1.3
Tujuan Penelitian.
Laporan ini berisika tentang Dampak terlalu sering mengkonsumsi Tempe
dan manfaat dari mengkonsumsi Tempe :
·
Mengetahui Gizi dari Tempe.
·
Mengetahui dan Memahami penerapan proses pembuatan
Tempe mulai dari bahan baku, proses pengolahan, sampai produk siap di pasarkan
di masyarakat.
· Sebagai salah satu syarat
pelengkap untuk Laporan memenuhi
Evaluasi Akhir Semester Genap.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Tinjauan Ilmiah
2.2 Hasil Penelitian
Pengertian Home
Industri Tempe
Industri tempe
merupakan salah satu agro industri rumah tangga yang sangat potensial untuk
dikembangkan. Hal ini dikarenakan industri tempe telah mampu menciptakan
lapangan kerja, meningkatkan pendapatan, dan meningkatkan perekonomian
masyarakat pedesaan. Ditengah-tengah persaingan dengan industri rumah tangga
lain baik yang dalam bidang pangan maupun non pangan serta iklim usaha yang
semakin sulit menuntut industri tempe untuk lebih kreatif dalam menjalankan
usaha. Agar dapat bertahan dan berkembang industri tempe perlu mengetahui
faktor kunci sukses dalam berwiraswasta tempe. Pengetahuan faktor kunci sukses
berwirausaha tempe akan membantu para pengrajin tempe dalam menjalankan usaha.
Selain itu pengetahuan faktor kunci sukses dalam berwirausaha tempe juga akan
membantu pihak-pihak yang terkait dalam pembinaan untuk membina para pengrajin
tempe secara efektif dan efisien. Untuk mengetahui informasi tentang faktor
kunci sukses dalam berwirausaha tempe perlu diadakan suatu pra penelitian.
Faktor kunci sukses diperoleh dengan mengeksplorasi enam faktor pendukung
kesuksesan yang meliputi aspek umum, pengadaan bahan baku, SDM, finansial,
produksi dan pemasaran. Dari eksplorasi akan diketahui kondisi umum industri
tempe di lokasi penelitian. Setelah diketahui kondisi umum industri tempe,
kemudian industri tempe dikelompokkan kedalam empat kelompok industri yaitu
industri berpeluang sukses, industri sangat sukses, industri sukses dan
industri kurang sukses. Pengelompokan menggunakan diagram cartesius perkembangan
pemakaian bahan baku selama empat tahun terakhir. Alasan pemakaian bahan baku
digunakan sebagai parameter adalah karena bahan baku merupakan faktor yang
sangat kritis dalam industri tempe. Ketersediaan kedelai impor sangat
berpengaruh terhadap kelangsungan usaha tempe. Dari kelompok-kelompok industri
tempe tersebut kemudian akan dibandingkan faktor pendukung kesuksesan usaha.
Untuk memperkuat dugaan terhadap hal-hal yang menjadi faktor kunci sukses, maka
dilakukan verifikasi di lapangan.
2.2.1 Kandungan dari Tempe
Salah satu sumber protein nabati kesukaan orang Indonesia, yaitu tempe.
Berasal dari kacang kedelai lalu difermentasikan dengan menggunakan
mikroorganisme Rhizopus sp. (ragi tempe). Sering diolah dalam masakan, tempe
sebetulnya memiliki segudang gizi dan manfaat kesehatan untuk tubuh kita. Tempe
dijual di pasar dengan harga murah meriah. Karenanya, kita akan bahas lebih
lanjut terkait dengan kandungan gizi dan manfaat tempe untuk tubuh.
Melansir dari Alodokter, kandungan nutrisi pada tempe tiap 100 gram
adalah sebagai berikut:
1.
Kalori
= 190 – 200.
2.
Protein
= 18 - 20 gram.
3.
Karbohidrat
= 8 gram.
4.
Lemak = 8,8 - 9 gram.
5.
Serat = 1,4 gram.
6.
Natrium
= 10 miligram.
7.
Zat
besi = 2,7 miligram.
8.
Magnesium
= 80 miligram.
9.
Kalsium
= 110 miligram.
10. Fosfor = 270 miligram.
11. Kalium = 400 miligram.
12. Vitamin B Folat.
13. Zinc.
14. Tembaga.
15. Mangan.
2.2.2 Proses Pembuatan Tempe
Berikut adalah cara pembuatan Tempe :
1.
Penyortiran
Kedelai ( Membuang material
asing yang pada pada Kedelai ).
2.
Penyucian
Kedelai ( Cuci Kedelai
yang sudah disortir hingga bersih ).
3.
Perendaman
Kedelai ( Rendam hasil
Kedelai yang sudah di cuci agar sisa kotoran dapat terangkat ke atas lalu di
buang ).
4.
Perebusan
Kedelai ( Butuh 1,5 – 2 Jam
untuk perebusan Kedelai dan buang busa yang menggumpal ).
5.
Perendaman
Kedelai ( Kedelai direndam
selama 15 – 20 jam. Air nya akan lebih asam dan kental ).
6.
Pengupasan
kulit Kedelai ( Gunakan
mesin untuk hasil yang lebih maksimal. Pastikan kedelai terpecah menjadi dua
bagian ).
7.
Penyucian
Kedelai ( Ganti air
beberapa kali untuk memastikan Kedelai benar-benar bersih. Lalu siram dengan air
panas ).
8.
Pengeringan
Kedelai ( Pastikan kedelai
benar-bennar kering. Dan buang jikka ada bagian Kedelai yang rusak. ).
9.
Campurkan
dengan Ragi ( Pastikan
Kedelai benar-benar kering. Setelah itu taburkan Ragi dengan merata. Dan buang
jika ada bagian yang rusak ).
10. Pengemasan Kedelai ( Pastikan Kedelai sudah tidak ada bagian yang rusak. Setelah
itu kemas kedelai hingga berbentuk persegi atau persegi Panjang ).
11. Fermentasi ( Proses Fermentasi membutuhkan waktu 24 – 36 Jam di
suhu ruangan 30 – 34 Celcius ).
2.2.3 Dampak Terlalu Banyak Mengkonsumsi Tempe
Efek samping dari Tempe tidak hanya memberikan manfaat kesehatan, mengkonsumsi
tempe juga pilihan bagus untuk seorang yang sedang menjalani program Diet. Sebab,
makanan hasil Fermentasi ini kaya akan protein nabati yang dapat mmeningkatkan
rasa kenyang, mengurangi lapar, dan meningkatkan penurunan berat badan.
Sayangnya, makan tempe terlalu banyak justru dapat membawa efek samping
tidak di inginkan bagi kesehatan tubuh.
Berikut efek samping tempe jika dimakan berlebihan :
1. Alergi
Tempe pada umumnya aman di konsumsi, tetapi tidak mungkin
tidak cocok unntuk semua orang. Seperti bahan makanan lain, tempe dapat memicu alergi
pada orang-orang tertentu, meski jarang terjadi. Seseorang dengan alergi tempe
biasanya akan mengalami beberapa gejala, termasuk bengkak, gatal, dan kesulitan
bernafas.
2. Gangguan Tiroid
Efek samping berikutnya, yakni dapat memperburuk gangguan
Tiroid atau kelenjar hormon berbentuk kupu-kupu dibagian depan bawah leher. Kelenjar
Tiroid bertugas untuk menghasilkan hormo Tiroid, yang berperan mengendalikan
metabolisme dan akan di angkut oleh darah keseluruh tubuh.
3.
Ketidak
seimbangan Hormon
Efek samping berikunya dapat berasal dari kandungan Isoflavon.
Isoflavon adalah Fitonutrien atau senyawa khas tumbuhan yang banyak di temukan
pada kacang kedelai dan legum. Senyawa ini berpotensi menyebabkan aktivitas
estrogen alami dalam tubuh menjadi kurang efektif, sehingga memicu ketidak
seimbangan Hormon.
4.
Memperburuk
Asam Urat
Tempe terbuat dari Fermentasi kacang kedelai dengan
bantuan beberapa jenis kapang Rhizopus atau kerap disebut ragi tempe. Bahan
utama tempe ini merupakan kelompok kacang-kacangan, makanan dengan kandungan
Purin cukup tinggi. Meski berpotensi memicu serangan asam urat atau Gout, efek
tempe tak seburuk yang di hasilkan makanan lain, seperti jeroan dan makanan
laut.
5.
Resiko
Anemia
Efek samping terlalu banyak mengkonsumsi tempe juga dapat
meningkatkan resiko Anemia. Bahan nabati seperti kacang kedelai memangkaya akan
mineral berupa zat besi yang membantu tubuh memproduksi Hemogoblin dalam darah.
Sayangnya, zat besi dalam kedelai jauh lebih rendah dari pada bahan makanan hewani,
seperti daging ayam, dan ikan.
2.2.4 Solusi Terlalu Banyak Mengkonsumsi Tempe
1. Kurangi mengkonsumsi Tempe berlebihan.
2.
Membuat
kreasi makanan dari tempe.
3. Makan makanan yang berserat baik.
BAB III
PENUTUPAN
3.1 Kesimpulan
Jadi kesimpulan yang saya dapat dari kunjungan Industri tersebut adalah ,
kita jadi bisa mengetahui bagai mana cara membuat tempe, dampak negatif dan
positif apa saja yang terjadi ketika kta mengkonsumsi tempe berlebihan, dan
bisa menambah wawasan baru.
3.2 Saran
Saran saya kita masih bisa menggunakan ampas dari pembuatan tempe untuk membuat hal yang baru, dan
kita juga masih bisa mengembangkan berbagai macam jenis makanan yang terbuat
dari bahan Kacang Kedelai, dan bisa menambah wawasan untuk menjadikan bahan mencari
penghasilan lebih, karena masih banyak sekali yang masih bisa digunakan.
TAUTAN LAPORAN BLOG

Komentar
Posting Komentar