JURNAL STATISTIKA, Kampus 1, Jl. Cibogo No.Indah 3, Mekarjaya, Kec. Rancasari, Kota Bandung, Jawa Barat 40000, Prodi Tehnik Industri, @piterlorensius_, @himpunan TI
JURNAL STATISTIKA
VOLUME 9, NOMOR 1, Februari 2024 NOMOR: 747/Akred/P2MI-LIPI/04/2016NAMA : PIETER LAURENSIUS LUMBAN RAJA
NPM : 20323051
KELAS : C2.23
PRODI : TEHNIK INDUSTRI
PENGANTAR REDAKSI
Puji syukur kehadirat , Tuhan Yang Maha Esa, “Jurnal Statistika
Statistik” dapat terwujud atas partisipasi semua pihak, internal maupun eksternal STIS yang telah mengirimkan tulisannya, serta mitra bestari.
Semoga artikel dalam jurnal ini dapat menambah pengetahuan para pembaca tentang
penggunaan metode statistika pada berbagai jenis data. Redaksi terus
menunggu artikel-artikel ilmiah selanjutnya dari Bapak/Ibu guna dapat menghasilkan publikasi
yang menjadi salah satu sarana untuk memberikan sosialisasi statistika bagi masyarakat.
Bandung, 23 Februari
JURNAL STATISTIKA
DAFTAR ISI
Pengantar Redaksi………………………………………………………..……….…………ii
Daftar Isi……………………………………………………..……………………………….iii
Abstrak..……………………………………………………..…………………………..….iv
Pengertian Statistika......................................................................................v
Kesimpulan..................................................................................vi
Abstrak
Data pengeluaran perkapita rumahtangga merupakan salah satu informasi penting
sebagai pendekatan untukmengukur tingkat
kemakmuran dan kesejahteraan di suatu
daerah. Data tersebut sangat diperlukan
oleh pemerintah baik di pusat maupun daerah dalam merumuskan, melaksanakan
dan mengevaluasi pelaksanaan pembangunan. Penelitian ini akan
menganalisis model yang tepat untuk pemodelan data pengeluaran perkapita rumahtangga yang memperhitungkan
kekhususan data BPS yang memiliki struktur hirarki dan pola distribusi data yang
memiliki karakteristik skewed kanan. Pemodelan dilakukan dengan menggunakan distribusi Log-normal tiga
parameter (LN3P) dan Log-logistik tiga parameter (LL3P) dengan struktur satu tingkat (unilevel) dan dua tingkat
(multilevel). Proses pendugaan parameter
dilakukan dengan metode Markov Chain Monte Carlo (MCMC) dan algoritma Gibbs
Sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada model unilevel, model LL3P
lebih baik dari model LN3P. Sedangkan pada model multilevel, model LN3P lebih
baik dari model LL3P. Hasil penelitian juga menunjukkan model terbaik untuk
pemodelan data pengeluaran perkapita rumahtangga adalah model multilevel
LN3P dengan intercept sebagai komponen
berhirarki dengan nilai Deviance Information Criterion (DIC) terkecil.
PENDAHULUAN
Menggunakan model regresi linier klasik untuk analisis data tersensor yang
memiliki korelasi spasial merupakan keputusan yang kurang tepat. Istilah data
tersensor digunakan untuk menjelaskan sekelompok data yang memiliki sejumlah
nilai yang tidak diketahui pada batas atas atau bawahnya. Long (1997) menjelaskan
bahwa jika menggunakan model regresi linier pada keseluruhan data tersensor, akan menghasilkan nilai parameter yang
overestimates pada slope dan
underestimates pada intercept. Sedangkan
jika menghilangkan atau memotong observasi yang nilainya tidak diketahui,
akan menghasilkan koefisien parameter yang underestimates pada slope dan overestimates pada intercept. Data terpotong
menyebabkan terjadinya korelasi antara variabel prediktor dengan residual, sehingga menghasilkan estimasi yang tidak konsisten.
Efek korelasi spasial dapat muncul pada pembentukan model regresi linier yang
menggunakan data kewilayahan (cross
section data). Hal tersebut mengakibatkan tidak terpenuhinya asumsi error yang independen dan identik berdistribusi normal,
sehingga menghasilkan estimasi parameter
yang tidak valid dan mengaburkan interpretasi model (Marsh, Mittelhammer, & Huffaker, 2000). Korelasi spasial dapat diamati dari mengelompoknya besaran nilai tertentu pada data yang berasal dari wilayah
yang berdekatan, misalnya data tingkat penggunaan internet kabupaten/kota di
Pulau Jawa.
Tingginya tingkat penggunaan internet di Pulau Jawa terutama ditemukan di kota-
kota besar sebagai pusat jasa pendidikan dan hiburan, seperti DKI Jakarta, Yogyakarta, Bandung, dan Surabaya, kemudian diikuti
oleh wilayah kabupaten/kota lain di sekitarnya. Fenomena dependensi spasial ini
dapat diaplikasikan untuk analisis data tersensor yang memiliki korelasi spasial,
dimana kabupaten/kota dengan penggunaan
internet kategori tinggi dapat dianggap sebagai data yang tidak diketahui nilainya.
Sebanyak 34 dari 118 kabupaten/kota di Pulau Jawa memiliki persentase pengguna internet yang lebih tinggi daripada 16 persen
(BPS, 2011), suatu nilai yang setara dengan jumlah akun facebook yang dibuat oleh
penduduk Indonesia pada tahun 2011 (Socialbaker, 2011).
Dibutuhkan metode khusus untuk melakukan analisis penggunaan internet,
dengan asumsi bahwa data penggunaan internet di Pulau Jawa merupakan data
tersensor yang memiliki korelasi spasial. Fischer dan Getis (2010) mengatakan bahwa pemodelan data tersensor yang melibatkan
wilayah sebaiknya menggunakan analisis
spasial, metode yang paling sesuai adalah regresi Tobit spasial. Selain itu, Lee (2010)
juga menyatakan bahwa pendekatan Tobit spasial lebih disarankan untuk analisis wilayah yang melibatkan data tersensor.
Analisis regresi Tobit spasial digunakan apabila variabel respon pada model spasial
melibatkan data yang diyakini memiliki nilai tersensor (LeSage & Pace, 2009).
Penelitian ini bermaksud untuk membentuk model regresi Tobit spasial dan
mencari metode estimasi parameter dari model regresi Tobit spasial. Data yang
digunakan sebagai variabel respon adalah persentase penduduk umur 5 tahun ke atas yang mengakses internet selama tiga bulan
terakhir di pulau Jawa pada tahun 2010. Sensor diberikan kepada wilayah kabupaten/kota dengan persentase pengguna
internet lebih besar dari 16 persen, yang dianggap sebagai batas minimal persentase pengguna internet yang ingin dicapai oleh suatu kabupaten/kota.
Model Regresi Tobit
Misalkan Y* adalah suatu variabel respon dengan informasi yang lengkap dan Y adalah data sampel dari Y* , maka variabel respon yang tersensor dapat didefinisikan sebagai berikut:
Yi { Yi* jika Yi*<t
t jika Yi* ≥ t
Statistika adalah sebuah ilmu yang mempelajari bagaimana cara merencanakan,mengumpulkan, menganalisis, lalu menginterpretasikan, dan akhirnya mempresentasikan data. Singkatnya, statistika adalah ilmu yang bersangkutan dengan suatu data. Istilah "Statistika" berbeda dengan "Statistik".
Jenis. Ada dua macam statistika, yaitu statistika deskriptif dan statistika inferensial.Pengklasifikasian menjadi statistika deskriptif dan statistika inferensi dilakukan berdasarkan aktivitas yang dilakukan.
Contoh
Nilai rata-rata sekelompok siswa yang berjumlah 40 orang adalah 62. Jika salah seorang siswa dari kelompok itu memeroleh nilai 23 dan tidak dimasukan dalam perhitungan rata-rata tersebut, maka nilai rata-rata ujian menjadi?
X = Jumlah nilai/ Banyak siswa
Jumlah nilai = X. banyak siswa
Jumlah nilai = 62. 40 = 2.480
Jumlah nilai setelah dikurang 23 = 2.480-23 = 2.457
X = 2.457/39 = 63
Jadi, nilai rata-rata ujian menjadi 63.
Keseimpulan : Statistika adalah sebuah ilmu yang mempelajari bagaimana cara merencanakan, mengumpulkan, menganalisis, lalu menginterpretasikan, dan akhirnya mempresentasikan data. Singkatnya, statistika adalah ilmu yang bersangkutan dengan suatu data. Istilah "Statistika" berbeda dengan "Statistik".
Kekurangan dari jurnal ini tidak telalu lengkap
Kelebihan nya bisa menambah wawasan.
Komentar
Posting Komentar